Friday, January 10, 2014

In the Corner of Aceh....Aceh Tamiang








Desi Langsa dengan motor bebeknya mengantarkan saya hingga naik angkutan yang menuju ke Aceh Tamiang. Seperti biasa saya duduk di jok depan berharap sambil bisa menikmati pemandangan selama perjalanan. Mobil angkutan yang saya tumpangi adalah mobil colt jumbo dengan hanya membayar ongkos jalan Rp.7.000.

Kurang lebih satu setengah jam kemudian, akhirnya saya sampai di Aceh Tamiang. Tepatnya saya berhenti di depan kantor PLN, dan di kantor sebelahnya yaitu kantor Baitul Mal Tamiang nampak seorang ibu muda sudah menunggu kedatangan saya. Alhamdulillah, seperti sebelumnya, saya mendapatkan saudara baru dari kawan-kawan sebelumnya via SMS beberapa jam sebelum tiba di Tamiang. Namanya kak Fat, Ibu muda asal Medan itu memiliki 3 anak dan sedang hamil 4 bulan. Suaminya lebih muda dua tahun darinya dan dulu adalah sesama aktifis dakwah di kampus..masya Allah, jodoh memang Allah Yang Maha Tahu.

Luar biasa, meski hamil tapi beliau sangat bersemangat mengantarkan saya menemui para responden. Sempat saya ingin menggantikan posisi kak Fat, saya yang mengemudikan motor, tapi saya berpikir mungkin akan lebih beresiko karena saya tidak tahu jalan seputar Tamiang dan tidak membawa SIM. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Saya menginap di rumah kak Fat, lumayan numpang mencuci baju juga...he33.Ini kali pertama saya jumpa dengan kak fat dan keluarganya, tapi masya Allah seperti sudah lama mengenal. Mereka membantu saya mendapatkan 8 responden dari Aceh tamiang. Sebenarnya ada banyak responden yang bisa saya temui, tetapi mereka tidak memiliki waktu pada hari itu, karena mereka memiliki kesibukan yang lain. Mereka memberikan pilihan waktu hari berikutnya untuk bertemu, tetapi sayang, hal ini tidak bisa saya penuhi. Karena saya hanya memiliki waktu hari itu sedangkan di hari berikutnya saya harus segera melanjutkan perjalanan.
 

Alhamdulillah, responden yang berhasil saya temui sangat bersahabat. Bapak Abdul Manan sempat memberikan gambaran peta perjalanan saya dari Tamiang menuju empat kota berikutnya di Aceh selatan, barat daya dan barat beserta detail tarif angkutan dan waktu tempuh perjalanan. Ustaz Ilyas Mustawa sebagai ketua MPU juga memberikan nomor telpon kantor MPU di wilayah-wilayah yang akan saya kunjungi sambil diiringi doa untuk saya selamat berjuang dan semoga sukses selalu..hiks, jadi terharu. Oia, malam hari, saya tidak melewatkan berburu makanan kesukaan saya, bakso Tamiang,,,,,mmmm..enak banget. Selama di rumah kak Fat, saya banyak mendapatkan ilmu dari pengalaman beliau. Khususnya tentang kehidupan berumah tangga...he33.

Pagi hari setelah makan nasi goreng buatan kak Fat, saya berangkat kira-kira pukul tujuh. Sebelum keluar rumah, suami kak Fat sempat berpesan kalo misalnya ada masalah financial selama perjalanan jangan khawatir, saya disuruh menghubungi Baitul Mal yang ada di kota yang disinggahi, karena di setiap kota di Aceh terdapat Baitul Mal, terima kasih sarannya. Alhamdulillah kalo bekal financial saya merasa cukup bahkan berlebih, tapi informasi tersebut tetap sangat berharga bagi saya sebagai bentuk antisipasi selama dalam perjalanan.
 

Hampir jam delapan, akhirnya bis menuju Medan datang menghampiri. Sayapun bergegas naik dan tidak lupa sangat berterima kasih dengan kak fat dan keluarga yang banyak memberikan bantuan selama saya di kota Tamiang, jazakumullahi khairan katsiran.By Yuni YF

Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates