Thursday, January 9, 2014

Kelantan di Awal ramadhan 1430, Mengembalikan Kejayaan Mata Uang Dinar Dirham yang telah Lama Hilang







Setelah satu bulan sebelumnya saya dan kawan-kawan dari IIUM Muamalat community melakukan promo dinar dirham ke kedai-kedai yang ada di negeri Kelantan, akhirnya hari yang dinantikan tiba….peluncuran secara resmi pemakaian dinar dirham sebagai mata uang resmi oleh pemerintah negeri Kelantan. Pada tanggal 12 Agustus 2010 di Kelana Trade Centre yang bertepatan dengan hari kedua bulan Ramadhan, acara tersebut digelar. Event yang terjadi pertama kali dalam sejarah negeri Serambi mekah Malaysia, bahkan mungkin di dunia. Di saat perekonomian dunia yang sedang sakit karena efek dari paper money (Fiat money), namun salah satu negeri ini dengan semangat dan keberanian yang tinggi berhasil memulai menggunakan mata uang dinar dirham, ingin mengembalikan mata uang umat Islam yang sejak ratusan tahun yang lalu telah hilang.

Berbagai kalangan hadir dalam moment tersebut, dari kalangan pedagang, pebisnis, pegawai kerajaan, undangan dari beberapa negara jiran datang untuk menyaksikan peristiwa yang bersejarah tersebut. Pukul sembilan pagi setelah diwali dengan pembukaan, Prof Umar Vadillo selaku penasehat keuangan sekaligus direktur Islamic world trade memberikan sambutan. Dilanjutkan dengan pidato oleh Menteri keuangan kerajaan Kelantan yang menceritakan tentang kisah Ashabul Kahfi. Dalam kisah tersebut, terlihat jelas bahwa mata uang perak yang dimiliki oleh ashabul kahfi masih berlaku untuk bertransaksi di pasar setelah ratusan tahun kemudian. Kisah tersebut menunjukkan bahwa perak memiliki nilai meski sudah ditelan usia ratusan tahun. Kita bisa membandingkan jika mata uang yang dipakai itu adalah kertas seperti yang hari ini dipakai, pastilah sudah hancur, jangankan ratusan tahun,dipakai puluhan tahun akan mengalami kerusakan baik secara fisik maupun nilai intrinsiknya. Kita umpamakan uang di Malaysia, 1 Ringgit pada tahun 1990 masih dapat digunakan untuk membeli satu porsi nasi ayam, tapi saat ini jangankan nasi ayam, nasi lemak saja harganya 1,5 Ringgit dan uang tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Setelah sambutan dari menteri keuangan Kelantan, beberapa perwakilan dari Negara lain memberikan pidato singkat dan ucapan selamat, seperti utusan dari Spanyol, Swiss, Australia, Filipina dan dari Indonesia adalah bapak Zaim Saidi. Puncak acara ditandai dengan pidato sekaligus peresmian pemakaian dinar dirham oleh menteri besar Kelantan, Tuan Guru Nik Azis. Tokoh yang sangat disegani itu, dalam pidatonya menceritakan tentang kisah nabi Yusuf dalam Alqur’an yang dijual hanya dalam beberapa dirham saja. Pidato beliau mengingatkan kita tentang mata uang umat Islam, yaiyu emas dan dirham telah disebutkan beberapa kali dalam Alqur’an dan sekarang telah tiba waktunya untuk mengembalikan kembali harta warisan umat yang hilang sejak ribuan tahun lalu.

Sebelum penutupan, dalam acara tersebut dilakukan permulaan pemakaian dinar dirham secara resmi yaitu dengan penyerahan pemberian gaji pegawai pemerintah menggunakan dinar dirham, simulasi bertransaksi dengan dinar dirham dan pemberian sertifikat kepada para pengusaha yang menggunakan dinar dirham sebagai mata uang. Selain itu, ditampilkan pula tentang hasil karya salah satu mahasiswa IIUM yang berupa alat pendeteksi kemurnian untuk membedakan antara coin emas perak dengan coin biasa.

Berjuta harapan umat Islam mengiringi pemakaian dinar dirham di Kelantan. Mereka berharap, dinar dirham dapat mengembalikan mata uang syariah yang telah lama hilang, agar terhindar dari riba dan ketidak adilan dalam ekonomi yang tercipta karena paper money. Namun, tantangan demi tantangan juga harus dihadapi oleh negeri Kelantan. Alla kulli hal, penulis mengucapkan selamat atas dimulainya dinar dirham di Kelantan, awal kebagkitan umat islam, selamat bagi negeri Kelantan yang telah terpilih oleh Allah untuk menyelamatkan mata uang Islam yang telah lama hilang. Semoga negeri Kelantan dipermudah dalam membumikan sistem moneter islami dan diberikan perlindungan dari kekuatan global yang tidak mendukung penggunaan dinar dirham. La tansurullaha yan surkum wa yutsabit aqdamakum….Aamiin. By Yuni YF

Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates