Thursday, January 9, 2014

Menjadi Murabbi...Sebelum Menjadi Yang Lain






Alhamdulillah, setelah sempat tertunda dua pekan dari jadwal yang diagendakan akhirnya kegiatan Daurah Murabbi berhasil dilaksanakan. Tepatnya di hari Ahad 9 Januari 2011 bertempat di atas mushola Al Amin Gombak Kuala Lumpur. Pujian selalu terungkap untuk Allah SWT yang telah memberikan kemudahan-kemudahan sebelum dan selama kegiatan tersebut berlangsung. Syukran untuk semua ikhwah yang terlibat, baik para pemateri, panitia maupun peserta.
 


Daurah Murabbi yang telah diadakan ini adalah hasil kerjasama antara lembaga dakwah tarbiyah yang ada di IIUM dengan DPD PKS Kuala Lumpur. Adapun urgensi kegiatan adalah agar setiap kader dakwah, khususnya yang berada di IIUM dan Kuala Lumpur memiliki kesiapan untuk membina halaqah khususnya dalam membina anggota tarbiyah tamhidi dan muayyid. Ada tiga hal yang dikupas dalam acara ini yaitu tentang Profil Murabbi, Profil Halaqah dan Micro Teaching. Meski dilaksanakan di dalam ruangan, tetapi acara dapat berlangsung dengan sukses, tidak membosankan dengan materi dan pemateri yang menarik. Tidak ketinggalan penampilan dari grup nasyid Izzatuna yang ikut memberikan semangat kepada peserta dauroh.
 



Pada sesi yang pertama tentang Profil Murobbi, ustadz Sigit selaku pemateri menjelaskan materi dengan sangat terperinci. Posisi murobbi adalah lebih dari sebagai seorang guru yang kita kenal sejak masih kecil. Hal penting menjadi seorang murobi pertamakali adalah jangan pernah memiliki pandangan yang keliru tentang sosok murobbi dan menghilangkan banyak kekhawatiran dalam diri yang biasa dimiliki, misalnya merasa masih belum tercukupinya ilmu baik skill komunikasi maupun kafaah syar’iyyah. Kita harus mengetahui bahwa tugas seorang murabbi adalah mentabzir bukan menyampaikan materi dengan kata lain murabbi hendaknya menjalankan tugas bagaimana membentuk orang menjadi seorang yang sholih bukan menyampaikan materi. Bukan sebagai tabligh-er tetapi murabbi adalah seorang takwin-er yang memiliki hubungan khusus terhadap jama’ahnya yaitu hubungan moral, emosional, keilmuan, kejama’ahan, tujuan dan system yang Islami. Ada lima belas tugas seorang murobbi dimana tugas tersebut lebih focus kepada hal yang bersifat teknis, administrative dan tarbiyah. Tentu saja perbekalan sangat diperlukan dalam menjalankan tugas tersebut, seperti bekal ilmu (manhaj tarbiyah), ilmu syar’I, bahasa arab, isu kontemporer, ilmu psikologi dan lainnya. Seorang murobbi dikatakan berhasil apabila ia juga memiliki kemampuan untuk mentaqwim para mutarobinya, yaitu ketika kader yang dibina dapat mencapai marhalah/jenjang dakwah dalam waktu yang tidak lama. Dan karena setiap mutarabbi itu memiliki potensi, maka tugas seorang murabbi pula adalah mencari potensi dalam diri mutarabbi, memberikan kerja dakwah yang sesuai dengan dirinya sehingga mutarabbi dapat berdaya guna dalam tarbiyah.



Jika berbicara tentang murabbi maka tidak akan terlepas dengan kata halaqah, keduanya saling berkaitan. Dalam Daurah Murabbi ini, materi tentang Profil Halaqah disampaikan oleh ustaz Fahmi. Halaqah adalah sebuah sarana untuk membina muslim yang merupakan metode talaqqi dan wadah yang efektif karena terjadi proses interaksi antar anggota. Diadakannya halaqah itu tidak boleh terlepas dari mengokohkan hubungan seorang muslim dengan Allah SWT. Beliau menjelaskan tentang sebelas adab halaqah dan barromij halaqah. Halaqah diawali dengan iftitah, infaq, tilawah dan tadabur, talaqi madah, mutabaah, ta’limat dan ikhtitam dengan doa rabitah. Beliau juga menambahkan tentang pentingnya elemen POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controlling) dalam managemen halaqah. Dalam sesi ini, pemateri menugaskan peserta daurah untuk mendiskusikan tentang bagaimana focus dakwah pada obyek dakwah pelajar, mahasiswa, buruh dan birokrat yang hasil diskusi tersebut dipresentasikan oleh beberapa perwakilan peserta daurah.



Sessi terakhir dalam Daurah Murabbi adalah Micro Teaching sebagai bekal seorang murabbi, dengan ustadz Supeno sebagai narasumber. Konsep ini sangat popular dalam dunia pendidikan dan diperlukan oleh seorang pengajar dalam menjalankan tugasnya. Beliau menjelaskan materi mulai dari sejarah teori micro teaching, microteaching cycle, hingga arahan praktis selama mengajar. Kendala yang dihadapi oleh seorang pengajar biasanya adalah tidak percaya diri dan penguasaan materi yang kurang. Pada dasarnya, ketrampilan seorang pengajar maupun murabbi dalam menerangkan adalah sama dengan ketrampilan selama melakukan persiapan. Sehingga apabila penguasaan materi baik, maka penyampaian akan lancar dan kendala teknis seperti sering keluar kata e..e..maupun kata latah yang lain akan dapat dihindari. Dan yang penting bagi seseorang dalam berbicara di hadapan publik adalah menyampaikan sesuatu berdasarkan kondisi audience dan jangan pernah menunjukkan kelemahan diri dihadapan mereka.



Ala kulli hal, Daurah Murabbi ini diharapkan juga dapat dilakukan secara bersambungan dan berjenjang mengingat masih banyak materi relevan dan urgent seputar Murabbi dan Halaqah. Materi yang didapatkan selama kegiatan tersebut dirasa sangat cukup menjadi bekal bagi seorang calon murabbi maupun murabbi. Seperti tercharge kembali semangat kita untuk memulai menjadi murabbi maupun menjadi murabbi yang semakin produktif. Sepakat dengan pemateri bahwa seorang saudara yang baik adalah ketika dia telah menjadi seorang Murabbi. Evaluasi diri sudah sejauhmana perjalanan kita menjadi seorang murabbi menjadi hal yang penting. Mari saling mengingatkan untuk terus membina dan semakin berkontribusi bagi dakwah. Semangat Murabbi, Allahu Akbar!wallahu’alam.
 by Yuni YF

Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates