Friday, January 10, 2014

Sleep Over one Night in Langsa







Sekitar pukul 8 malam saya tiba di kota Langsa dan berhenti di persimpangan Langsa. Setelah menunggu kira-kira 10 menit, sebuah mobil kijang silver menjemput saya. Seorang ibu keluar dari mobil tersebut. Bu nazili, istri seorang anggota dewan sekaligus kepala sekolah TKIT yang ada di Langsa. Seperti kak Aya dan Burdah, saya mengenal bu Nazili via SMS beberapa jam sebelum sampai kota Langsa.
 

Setelah berada di mobil, ternyata, saya diantar menuju rumah no 25 di kota tersebut. Nama pemilik rumah adalah kak evi, PNS di kantor walikota. Sambutan yang sangat ramah, beliau menanyakan apa yang saya perlukan. Saya pun minta tolong dipinjami baju tidur dan jilbab kaos selama tinggal di rumah kak Evi. Setelah mandi dan shalat, kak Evipun datang ke kamar saya sambil membawa makanan....apa coba menunya? Sup kambing dan sate Aceh, masya Allah...dia tahu yang saya mau, pas banget menu untuk makan berbuka..he3. Kata kak Evi, menu ini memang special untuk Yuni untuk mengembalikan stamina...wah, jadi tersanjung nih...enak makanannya, saya jadi merasa kayak ratu aja..he33.alhamdulillah.

Malam itu kami berbagi cerita. Saya bercerita tentang perjalanan dan misi saya, sedangkan beliau bercerita tentang kota Langsa. Menarik....beliau juga cerita kalo hari itu di lapangan kota juga telah berlangsung hukuman rajam. Kebetulan ada 6 warga yang melakukan tindakan pidana sehingga harus mendapatkan hukuman tersebut. Banyak warga sekitar yang menyaksikan eksekusi tersebut. Yah, saya terlambat datang ke Langsa hingga tidak bisa melihat pemandangan langka tersebut. Kemudian kira-kira satu jam berselang, sayapun tidur, melepas lelah setelah perjalanan dari kota ke kota yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan.

Pagi hari sebelum berangkat berburu responden, saya terlebih dahulu sarapan lontong daging sebagaimana yang sudah disiapkan kak Evi. Pukul 8.30 saya meluncur menuju kantor bupati untuk menjumpai responden. Saat menjumpai pak natsir, ketua DDI, saya senang karena beliau juga concern terhadap topic dinar dirham. Beliau juga pernah menulis tentang hal tersebut di salah satu majalah di Aceh. Bahkan beliau juga menyimpan tulisan saya di Republika tentang Sistem Moneter, Dinar, Dirham..duh, jadi tersanjung lagi ni..he3. Ketika saya memberikan kepada beliau souvenir sebuah bolpoin faster, beliau menolaknya. Menurut beliau justru beliau yang harusnya memberi bekal kepada saya, seorang musafir..yah, saya jadi merasa sedih sekaligus bingung, its oke.

Sebenarnya saya ingin lebih lama di kota Langsa. Tetapi, apa boleh buat, perjalanan masih panjang sedangkan waktu yang saya miliki sangat terbatas. Saya harus meneruskan ke kota lain, akhirnya di kota ini saya hanya sampai Jumat pukul 10 pagi. Alhamdulillah mendapatkan 3 responden yang saya anggap sudah representative. Jazakillah khair k Evi, bu Nazili, ukhti desi, p natsir atas bantuannya. By Yuni YF

Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates