Saturday, January 11, 2014

Singapore, the Last Choice as a Holiday Destination for Me


Untuk yang kedua kalinya saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di Singapura. Perjalanan saya sendirian  ke Singapore yang pertama dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang sekitar tiga tahun yang lalu. Singapura waktu itu hanya sebagai tempat transit sebelum melanjutkan perjalan ke Jakarta. Sore hari begitu tiba di bandara Changi, kawan saya, Ammal sudah standby di ruang tunggu bandara. Saya menginap di rumah dia satu malam untuk kemudian mengikuti penerbangan ke Jakarta pada pagi harinya.
Pada  saat berkunjung ke Singapura untuk yang kedua kalinya, saya berangkat bersama keluarga saya, Pak Mul, Mba Lis dan Vany menggunakan bis umum pada tanggal 27 Desember 2013. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Singapura memakan waktu 7 jam, cukup melelahkan.  Apalagi proses perizinan keluar dari Malaysia dan masuk Singapura berlangsung cukup lama karena ramainya penumpang muslim liburan tahun baru.
Setiba di Singapura, kami menuju ke hotel Bencoolen, hotel sederhana 100 dolar singapura per malam. Setelah sholat dan membersihkan badan, kami berjalan menuju restoran untuk makan malam kemudian berkunjung ke Merlion Park yang terletak dipusat kota, yang sering kita lihat terdapat patung Singa di tengah tempat tersebut. Kami berkesempatan menaiki perahu yang membawa kami berkeliling Merlion Park selama 40 menit dengan tariff 20 dollar singapura per orang. Sepanjang perjalanan tersebut, meski malam hari tetapi keindahan dan gemerlap pusat kota Singapura dapat kita saksikan. Kesan saya terhadap tempat tersebut adalah tidak nyaman. Kenapa?karena saya merasa bahwa tempat tersebut merupakan tempat hiburan yang menggambarkan gemerlapnya dunia dan bebas pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Hampir di setiap restoran yang kita lewati, terlihat banyak orang baik laki-laki ataupun perempuan sangat enjoy menikmati malam sambil minum. Mereka rata-rata berpakaian seksi bagi perempuan. Jika boleh disimpulkan, Merlion park ibarat kota Amerika di Asia.
Sekitar pukul 10 malam kami kembali ke hotel. Agak surprise ketika melewati hotel yang kami tempati karena, meski bersebelahan dengan masjid Bencoolen, tampak kehidupan bebas di diskotek/pub  di hotel kami.mungkin bias dikatakan itulah Singapura. Lahan dakwah yang sangat terbuka mengingat kehidupan yang seperti itu.
Pagi harinya setelah sarapan, kami berjalan-jalan menuju Orchard Road dan Lucky Plaza. Selain melihat pemandangan selama perjalanan, kami juga berniat membeli oleh-oleh dan makan siang di tempat tersebut.
Akhirnya, pukul 1 siang kami check out dari hotel, sholat zuhur dan meneruskan perjalanan pulang ke Kuala Lumpur. Alhamdulillah perjalanan pulang lancar dan kira-kira pukul 8 malam kami tiba di Kuala Lumpur. Alla kulli hal, meski cukup singkat kunjungan wisata kami ke Singapura, tetapi bagi saya cukup membuat kapok. Jika ada peluang untuk melakukan perjalanan wisata, Singapura tidak lagi menjadi kota tujuan wisata bagi saya karena banyak hal yang membuat saya kurang nyaman selama di sana. Bagi kawan-kawan yang belum pernah ke Singapura, cobalah dan rasakan sendiri gimana rasanya..he he..By Yuni YF


Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates