Thursday, January 9, 2014

Is there an Islamic Driver?








Kalimat itu menjadi sebuah
 pertanyaan sejak saya kuliah S1, yang akhirnya membuat diri ini ingin memiliki bisnis tour dan jasa pengangkutan umum. Dulu, saya sering bepergian Magelang – Jakarta dan juga kota-kota besar lainnya untuk mengikuti acara seminar ataupun perlombaan. Selama perjalanan tersebut, saya sering menghadapi kekecewaan terutama ketika sopir tidak memperhatikan waktu sholat subuh, sehingga penumpang biasanya sholat di bis, sholat terlambat karena nunggu sampai tempat tujuan, bahkan ada yang akhirnya tidak sholat, nauzubillahi min zalik. Padahal menurut penulis, para sopir dan penumpang mayoritas adalah umat Islam. Selain itu, biasanya musik pop, rock maupun video dangdut menjadi teman setia selama di bis. Tidak ketinggalan pula, sopir yang merokok meski di dalam bis AC. Sehingga sebagai penumpang, hal ini menjadi ujian kesabaran. Lebih aman memang pergi naik pesawat, tapi uang tidak cukup..hiks. 

Dari situlah, penulis bercita-cita suatu saat ingin memiliki usaha pengangkutan yang Islami.Gambaran jasa tour yang Islami
 dalam benak penulis adalah memisahkan duduk antara laki-laki dan perempuan, berhenti ketika sudah masuk waktu sholat, tidak merokok di dalam bis dan membunyikan nasyid, murotal maupun ceramah-ceramah islami selama bis melaju.Dan tentu saja managemen tour yang profesional, insya Allah. 

Ada
 pengalaman yang berkesan selama melakukan perjalanan di beberapa kota yang ada di Malaysia. Saya menemukan sopir yang Islami,,,,he3. Kok bisa? Ya, ketika di Kelantan, meski perjalanan tinggal 1 jam sampai ke tempat tujuan, tetapi karena sudah masuk sholat subuh, maka sopirpun memberhentikan bis di depan sebuah surau. Alhamdulillah, para penumpang dapat sholat berjamaah dengan masyarakat sekitar.

Begitu pula ketika dalam perjalanan dari Kedah pukul 11 malam menuju Kuala Lumpur meggunakan bis Maraliner. Waktu itu selama perjalanan,
 sopir bis menyetel ceramah Islami,kemudian murotal. Meskipun sayang, karena perjalanan malam,sehingga yang mendengarkan hanya sopir saja, karena kebanyakan para penumpang tertidur. Selain itu, pak sopir juga berpenampilan rapi dan berenggot panjang..he33.

Overall,
 semua bentuk profesi adalah mulia. Tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat, meskipun menjadi sopir, ataupun pekerjaan yang lain. Dimanapun kita berada, apapun posisi kita maka kita wajib menjalankan kewajiban kita sebagai seorang muslim dan meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah, OK? Wallahu’alam. By Yuni YF

Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates