Thursday, January 9, 2014

POTRET CLEANER






Pertama kali menapak di kampus, ada sebuah kekaguman dengan lingkungan kampus yang bersih. Kampus UIA yang luas, indah, asri, banyak bangunan, halaman yang hijau, pepohonan yang beragam dengan jumlah yang banyak, beberapa aliran sungai di dalam kampus yang bersih, lahan parkir yang tersedia di setiap fakultas dan kantin yang menyebar di beberapa tempat, dan semuanya masya Allah hampir selalu terlihat bersih.
 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kampus UIA yang bersih adalah atas jasa para pegawai kebersihan yang lebih dikenal dengan cleaner. Ada dua jenis cleaner yang rutin terlihat di kampus yaitu cleaner yang mengurusi area dalam dan luar yang bisa dilihat dari perbedaan seragam yang mereka kenakan, yaitu cleaner area dalam memakai baju berwarna biru dan kaos hijua muda bagi cleaner di area luar. Area dalam meliputi bangunan kantor, masjid, asrama/mahalah dan sport complex. Sedangkan area luar atau disebut landscape cleaner biasanya membersihkan halaman, menyapu sepanjang jalan,memotong rumput, menata taman, menyapu di bawah pohon – pohon dan membersihkan sepanjang sungai. Menurut saya, pekerjaan landscape cleaner lebih kasar dibandingkan cleaner biru, saking kasarnya maka sering terlihat mereka memakai kaos tangan tebal dan topi selama bekerja.

Di UIA, para pekerja cleaner diatur oleh managemen Daya Bersih. Berdasarkan informasi dari salah satu penyelia (coordinator cleaner), mayoritas cleaner adalah wanita yang berasal dari Indonesia. Jumlah cleaner Indonesia di kampus UIA adalah 1110 orang yang terbagi di beberapa tempat. Ada 490 orang di UIA Gombak dan sisanya, para cleaner tersebut bertugas di kampus UIA yang lain seperti ISTAC, matrikulasi UIA, IIBF dan UIA Kuantan. Para cleaner rata-rata berasal dari kalangan berpendidikan sangat rendah dari kampung-kampung pedalaman di Indonesia. Bahkan beberapa dari mereka berada di Malaysia tanpa membawa dokumen resmi. Umur para cleanerpun sangat variatif. Ada yang terlihat sangat muda, baru lulus SD hingga usia uzur lebih dari 60 tahun. Sehingga tidak heran jika dari beberapa cleaner sering kami panggil nenek.
 

Masya Allah sangat besar peran mereka dalam menjaga kenyamana lingkungan kampus. Karena telah dibekali skill sebelum bekerja, maka hampir setiap sudut kampus selalu tersentuh oleh tangan mereka sehingga senantiasa terlihat bersih. Beberapa kali ketika kampus libur 1-3 hari, maka yang terlihat adalah lingkungan kampus yang tidak sedap dipandang. Tanpa cleaner, sampah banyak menumpuk di tempat sampah baik di kampus maupun di asrama, dedaunan bertebaran di sepanjang jalan, lantai yang kotor, toilet yang berbau tidak sedap dan kondisi tersebut membuat ketidak nyamanan berada di kampus.
 

Ala kulli hal, ucapan terima kasih yang tiada kira untuk para cleaner UIA maupun para cleaner yang ada di mana saja. Bukanlah sebuah pilihan yang diidamkan banyak orang menjadi seorang cleaner. Lebih tepatnya karena tuntutan hiduplah yang membuat mereka berprofesi sebagai cleaner. Namun di atas semua itu, profesi cleaner merupakan tugas yang mulia, bukankah dalam Islam kebersihan adalah sebagian dari iman?
 

Semoga Allah mencatat aktifitas para cleaner sebagai amal ibadah. Jangan pernah kita menyepelekan profesi mereka. Pendapatan mereka masih rendah, RM600an namun tanpa mereka, maka menurut saya UIA tidak akan terlihat indah. Mensikapi kondisi kebanyakan cleaner yang masih kurang sejahtera baik secara material maupun spiritual, maka kita patut ambil perhatian. Kegiatan pengajian rutin, ceramah motivasi maupun sesekali memberikan bantuan materi kepada mereka sangat diperlukan. Kawan, mari kita bantu mereka, Fastabiqul khairattt!! By Yuni YF

Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates