Thursday, January 9, 2014

RUQYAH Experience





Pernah dengar tentang dunia ruqyah meruqyah? Pastibukan hal yang asing di sekitar kita. Tapi kalo menjadi seorang peruqyah, pasti tidak setiap muslim mau melakukannya, iyya ga?

Awalnya saya juga berpikiran sama, tidak ada keinginan untuk menjadi seorang peruqyah. Dalam pikiran saya, seorang peruqyah itu harus hafal banyak surat dalam al Qur’an dan harus mampu melawan jin..Hiiiiiii
 

Tapi ternyata tidak serumit yang dibayangkan...benerrrr. Siapapun ternyata bisa aja jadi peruqyah. Apalagi kalau keadaan memaksa kita untuk bisa menjadi peruqyah, misalnya ketika kita berada di daerah yang tidak ada ahli ruqyah sedangkan ada orang yang sangat memerlukan bantuan untuk diruqyah. So,,,,siapa aja harus siap mengemban amanah itu. Menurut saya, yang penting untuk menjadi seorang peuqyah adalah bisa baca ayat-ayat alQur’an sesuai tuntunan dan berani. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadi.

Ceritanya begini, beberapa hari yang lalu saya dan 3 kawan saya diamanahi untuk membaca al-Qur’an di rumah seorang dosen perempuan. Singkat punya cerita, bu dosen ini pernah terkena sihir dan masih sering merasakan hingga saat ini. Malam hari, karena kesulitan mencari ahli ruqyah, maka kami memberanikan diri untuk melakukan ruqyah. Saya memegang ubun-ubun beliau sambil menepuk-nepuk punggung beliau dan sesekali kawan saya menggantikan. Sedangkan dua kawan yang lain memegangi jempol kaki dan membaca ayat-ayat ruqyah yang mengikut dalam sebuah buku. Sempat agak ragu, apakah aksi kami bisa mengusir jin yang ada pada bu dosen? Tapi tetap saja kami melakukan ruqyah hingga bacaan selesai. Akhirnya, kira-kira pukul 12 malam ruqyah kami selesai. Kata bu dosen, dia merasa lebih baik, Alhamdulillah. Yup, ternyata kami bisa, meski ini merupakan pengalaman kami yang pertama.Intinya memang harus berani.

Siang harinya, kami berhasil membawa seorang ahli ruqyah, yang sudah bertahun-tahun melanglang di dunia ruqyah meruqyah..he33. Aksi ruqyahpun dimulai. Pertama, kami melakukan ruqyah rumah dengan memercikkan air pada setiap sudut rumah. Air itu telah dibacakan ayat alqur’an terlebih dahulu. Kemudian, bu dosen kembali diruqyah bergantian dengan anak laki-lakinya yang berumur 14 tahun. Tampaknya bu dosen puas dengan aktifitas ruqyah yang kami lakukan. Alhamdulillah, kamipun pulang kembali ke kampus setelah dua malam menginap di rumah dosen tersebut...benar-benar lega akhirnya.

Pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman meruqyah adalah antara jin dan manusia memiliki kehidupan sendiri-sendiri. Sepanjang manusia tidak mengganggu jin, maka sepanjang itulah jin tidak akan mengganggu manusia. Jika ada jin jahat yang mengganggu manusia, maka yakinlah bahwa pada dasarnya jin tersebut adalah lemah. Karena dia tidak menjadikan Allah sebagai pelindung, sedangkan kita menjadikan Allah sebagai pelindung diri kita.

Jangan pernah kita bekerjasama dengan jin jahat. Karena jika kita bekerjasama, maka kita telah berbuat syirik kepada Allah. Bahkan dukun-dukun yang bersekongkol dengan jin adalah halal untuk dibunuh.

Ala kulli hal, di sekitar kita terdapat banyak jin yang baik. Agar terhindar dari kejahatan jin, maka hendaklah berzikir, membaca ma’tsurat dan selalu mendekatkan diri kepada Allah setiap waktu. Apalagi bagi seorang perempuan, ketika masa menstruasi biasanya membuat jiwa labil dan bisa jadi jin jahat akan dengan mudah mengganggu. Semoga Allah selalu melindungi diri kita dari kejahatan jin dan syaitan. Dan dalam kondisi terpaksa apabila ada saudara kita yang sangat perlu untuk diruqyah sedangkan pada waktu itu tidak ada ahli ruqyah, maka jangan ragu bagi kita untuk meruqyah.Berani dan sedia selalu buku pedoman ruqyah, Oke? Wallahu’alam.by Yuni YF

Share This!


About Alluring

Popular Posts

Total Pageviews

Powered By Blogger · Designed By Seo Blogger Templates